Sabtu, 07 Maret 2009

Cinta di Telkomsel


Inilah kisah antara aku dengannya berawal dari pertemuan di sebuah kompetensi di UNHAS, sebuah kompetensi debat untuk sekolah menengah atas. Sebenarnya lomba ini tidak kuikuti tetapi, Karena kemauan keras dari kedua temanku makanya kami ikut dalam lomba ini. Yah walaupun tanpa restu dari guru-guru. Tak apalah, yang terpenting aku bisa mengikuti lomba terfavorit khusus bidang English. Tapi tak kusangka disinilah kubertemu cinta pertamaku, orang yang sekaligus menjadi pacar pertamaku.


Tepat hari pertama saat itu, aku melawan tim dari palopo. Awalnya timku mengira bahwa kamilah yang akan menjadi pemenang, sesuai dengan peraturan debat yang kami jalani, belum lagi argument yang memang lebih kuat. Motion waktu itu yaitu hukuman bagi remaja. Saat aku berbicara menyampaikan sebuah argument ku melihat sosok lelaki yang membuatku begitu nyaman ketika melihatnya, karena itulah ia menjadi fokus utamaku ketika menyampaikan ide-ide pada jury. Tapi sayang itulah salah satu kesalahanku. Akhirnya hasil akhir yang didapat timku. Kami kalah. Tentu saja hal ini sama sekali tak diterima oleh timku. Kami protes pada panitia dengan berbagai alasan, dan bodohnya tim dari palopo hanya diam seolah-olah menyampaikan bahwa aku memang pantas kalah. Hal lucu dan betul-betul sangat lucu. Aku suka.


Akhirnya permasalahan pun selesai. Protes yang kami ajukan tidak diterima, tapi kami masih diberi kesempatan untuk membuktikan. Tapi bukan itu yang penting tapi, Hal yang indah terjadi lagi padaku, sosok lelaki yang kulihat muncul sebagai pendukung kami. Hanya senyum sekilas yang dapat kuhaturkan saat itu. Begitu manis. Tanda awal persahabatan yang berakhir pada percintaan.


Timku kembali bertanding keesokan harinya, dan tentu saja menjadi pemenang. Kami masuk pada semifinal. Hanya saja kegembiraan yang kurasakan sekedar senang tanpa melihat lagi sosok kemarin yang kulihat. Tak apalah mugkin bukan takdir.yah, pertarungan medan debat terjadi lagi, tapi kali ini aku melawan raja debat. Sma 17 makassar. Pertarungan yang hebat tentunya, hanya saja kekalahan yang dapat diraih.


Tapi, kekalahan ini tak kupedulikan. Dengan semangat yang tinggi kuberjanji akan mengalahkan mereka suatu saat nanti, entah kapan. Pada penutupan acara tersebut, dia datang lagi dan duduk tepat disampingku, tak ada yang spesial yang kurasakan pada saat itu. Tapi terasa indah ketika mengenangnya. Nomor HPq diraihnya tanpa basa-basi. Cowok aneh, tapi menyenangkan.

Dia mengirimiku sms, singkat tapi berarti. Ulla’. Nama yang ia perkenalkan padaku. Sosok pejuang, itulah yang terbesit dalam pikiranku. Hanya saja terlalu cepat tuk berakhir.


Selang beberapa bulan, saat itu masih kuingat telkomsel lagi promo sms gratis Ramadhan setiap pukul 12 malam hingga 6 pagi. Dan kuteringat pada dirinya, dengan semangat yang tinggi tentunya sms lucu, memalukan, mengharukan kutancap...semua nomor Hp Telkomsel kuserang dengan beribu-ribu sms. Tak terkecuali dirinya, dan akhirnya inilah yang membuat diriku terserang panah yang ia tancapkan padaku, panah yang tak bisa kulepas... dan panah yang membuatku termotivasi tuk mencapai impianku, panah yang membuatku berani tuk bermimpi, dan panah yang memperkenalkanku pada arti cinta.


Tepat pada malam itu, pukul 12 malam, hari Minggu tanggal 21 September 2008. peresmian hubunganku dengannya. Hanya lewat sms, telpon, tentu saja bantuan Telkomsel. Hari-hari kujalani dengannya penuh dengan kemesraan, rasa cinta dan sayang pengertian, tak pernah sekalipun pertengkaran terjadi karenadirinya sangat memahamiku. Kusangat menyayanginya. Walau hanya lewat telepon tapi rasa kepercayaan tetap terjadi, aku pun merasa terlindungi walau dia jauh dariku tapi batin ini dekat dengannya.

Hanya saja ku harus memilih antara dirinya dan masa depanku...dan kupilih masa depanku. Aku harus pergi meninggalkan dirinya dengan berbagai kenangan....


Kenangan ketika duduk bersamanya memandangi kolam ikan, saat itu dia duduk disampingku. Menceritakan seluruh masalahnya, masa lalunya, semangatnya menjadi orang yang berhasil, dan tak pernah kulupa ketika ia sandar dibahuku seolah-olah dirinyalah butuh bahu ni tuk tetap bersamanya.


Kenangan ketika pertemuan kedua diriku dengannya, saat itu ia hanya sekedar menampilkan dirinya lewat depan rumah lalu pergi. Aku rindu kenangan saat itu, kuberi sehelai kertas yang bertuliskan “be careful”. Saat itu ia hendak pulang ke Bone, Ku berharap kota itupun kan jadi kampung halamanku. I hope.


Dan kenangan inilah yang paling indah saat itu ku duduk bersamanya, di sebuah balai-balai. Banyak hal yang kuceritakan padanya, ia pun demikian hingga rasa rindupun tak terbendung dengan erat ia memelukku lalu mencium kepalaku seakan-akan ia mengisyaratkan bahwa ia ingin selalu bersamaku. Hanya saja tak ada yang bisa kulakukan,,, selain meninggalkannya.

Banyak mimpi-mimpi indah yang kami rajut,,, mulai dari dirinya yang kan menjadi Guberbur Bone and Aku yang akan pertama kali menyalaminya, mimpi ketika ku menjadi dokter dan aku akan merawatnya, berbeda dengan pasienku yang lain ia yang kan menjadi spesial, merajut kehidupan dengannya...I Love U My Love


Kisahku bersamanya lebih banyak dilalui lewat telepon berawal dari telepon dan berakhir pun lewat telepon. Kuingat kata-kata terakhir yang ia katakan padaku “I miss U anthyku”


Sejujurnya aku sangat menyayanginya...cinta ini tak bisa terlukiskan oleh apapun. Ia akan menjadi yang pertama dan yang teakhir...........My Love,,,wherever you Now, I still wait You in here. Because I love you.

3 komentar:

  1. syukran bngt ats komentX. . .

    BalasHapus
  2. yap sama2. . .
    makasih atas pujiannya. . .

    pengalaman pribadi memang sangat menyenagkan tuk di tulis,walaupun cerita mengenai pengalaman pahit atau buruk.itu semua akan menjadi sebait kisah hidup kita yang tak kan pernah lekang oleh waktu. .teruslah berkarya. .smangat cez. . .

    moga2 Allah meridhoi segala cita2T di masa depan sehingga di berikan jalan yang mudah tuk menggapainya. . .

    jangan pernah melupakan The True Power of Love,,,Allah SWT. . .Allahu Akbar. . .

    BalasHapus