Sabtu, 07 Maret 2009

Ketika AKU.....


Yeahhhhhhhhhhhh, oke!! Perkenalkan nama aku Ratu, tinggal di sebuah kampung yang namanya Maros. Eh, salah bukan kampung tapi kota. Yah.... kota Maros. Sekarang ini aku bersekolah di SMA 1 Maros. Sekolah yang katanya unggulan, tetapi, menurutku tidak dan biasa-biasa saja. Tidak ada yang pantas diunggulkan. Nama bapak.......tak perlulah, mama.... tak perlu lah. Yang penting super – super penting nama idolaku,sejak semester 2 ini aku bertemu seseorang yang sangaaaaaaaaaat ku idolakan dia adalah cowok, masih kelas 1 SMA, pindahan dari Angkasa, namanya Halim. Kringggggggg..........kringgggggggg. oh tidak!!!!!! Lonceng berbunyi udah dulu yah perkenalannya. Lari... lari seru sang guru BK. Guru yang sangat kubenci. Ngapain coba pake suruh lari, emangnya dia guru Olah raga. Bukan! kan?! Dasar.... sok ngatur. Akhirnya sampe juga di kelas. Ku tebarkan senyum termanisku kepada seluruh teman-teman kelas terutama pada guru tercintaku Pak Said sambil mengucapkan Assalamualaikum..., jantungku berdetak..... jangan sampe dilarang masuk... syukur...... dibalas pake senyum sambil menyindir! Nggak papa lah. Yang jelasnya tidak pake bayar!!!! Nggak tahu yahhhh. Ada peraturan aneh masa orang terlambat mesti bayar.. cape deeeeeh. Mendingan uangnya gue pake makan bakso ato beli pulsa lebih bermanfaatkan?! Pelajaran membosankan lewat, apalagi kalau bukan Bahasa Jerman!! What for gitu lohhhhh, pelajari nih bahasa. Gue ke Jerman pun kayaknya nggak mungkin dehhhh. Nginjak namanya Jakarta pun belom, apalagi Jerman. Karena itulah aku terpaksa mesti manyayangi gurunya. Yahh itutuh Pak Said. Let’s Go, akhirnya kenyang sudah. Satu mangkok bakso bisa mengenyangkan aku dan melupakan masalah-masalah terberatku. Mulai dari lari, pungut sampah, dan yang berat-beratlah bisa dihilangkan hanya dengan makan bakso. He.....he....he. Setelah itu, kulangkahkan kakiku menuju perpustakaan, lalu menuju ke tempat favoritku, kuambil beberapa koran yang tidak dibaca oleh siswa laen. Lalu kulipat sedemikian rupa. Yahhhhhh. Akhirnya udah bentuk bantal dehh. Kira-kira satu jam cukup. “Ibu! Bangunkan yah kalau sudah jam pelajaran ke enam!” kataku terhadap penjaga perpus yang begitu baik. Bu Intan. “Iya! tenang Ibu bangunin nantinya!” Jawab Ibu. Pasti kalian bingung kan?! Kenapa coba gue nggak masuk pada pelajaran kelima? Hayooo!!! Jawab !!! yang bener dapat gula-gula dari gue, kalau ketemu! Ok!!!!! Gue jawab yah!!! Karena jawaban semuanya salah! Ini disebabkan karena kebencianku tehadap pelajaran yang membosankan. BK. Katanya, pelajaran inilah yang paling santai, enak, nggak perlu mikir, nyatanya malahan membosankan!! Masa kita harus menulis........menulis............. menulis.............. nggak ada gunanya! Bagus kalau yang ditulis, mengenai pengetahuan umum. Namun, tidak. Hanya rangkaian kata yang sebenarnya bagus diberikan pada anak SMP, atau bahkan anak SD. Awalnya aku kira pelajaran BK ini menarik karena melalui pelajaran inilah kita bisa mengungkapkan keluhkesa kita terhadap suatu masalah dalam remaja, atau mengenai pelajaran. Seperti yang kuketahui pada sekolah-sekolah model luar kota. Namun sayang beribu sayang, hal itu salah!!! Mungkin orang sini tidak mengerti apa maksud dari suatu sekolah, pelajaran, ataupun aturan! Jam ke enam sudah mulai, kini aku akan mempelajari Fisika. Pelajaran yang paling kusuka. Karena pada pelajaran inilah aku setidaknya bisa mengerti apa yang dikatakan oleh gurunya, dan kebetulan gurunya ganteng booooo. Selain itu pula, pada pelajaran inilah aku bisa menyampaikan kritik ataupun saran
Wait Next Story

Tidak ada komentar:

Posting Komentar