Minggu, 17 November 2013

Menoleh sejenak tentang cinta

Perjalanan tentang kisah cinta menjadi hal yang tak pernah bosan untuk diceritakan, untuk disampaikan, dan untuk di agung-agungkan kepada orang lain. Itu yang saat ini terjadi pada diriku. merajut kisah asmara dengan orang baru saja kukenal tiga bulan yang lalu. Perawakan yang cukup dewasa dan sikap yang sangat perhatian yang kadang kuanggap over protected, but I like It... and then may be i'm feeling love...

Kadang kami memimpikan masa depan yang luar biasa indahnya, ya tentang kami berdua, bukan hanya tentang diriku juga tentang dia dan tentang kebersamaanku kelak. Padahal bertemu pun kami tak pernah. Semua terjadi begitu saja berawal dari seorang teman, berlanjut dari jejaring sosial Facebook (ini sangat buming saat ini), lalu Yahoo Messenger, dan kemudian telepon. Entah kapan kami akan bertemu. Namun demikian, tanpa berpapasan muka pun kami seakan-akan sangat saling mengenal. Mulai dari kesukaan,kebencian, kedukaan, kesenangan. Itu semua menjadi hapalan mati dipikiran kami berdua.

Tapi tepat hari ini, perasaan tiba-tiba saja berkecamuk. Ini mungkin bisa dikata penyelewengan, tapi tenanglah sayang, hati ini telah terabadikan untukmu. Dia mungkin sekeping masa lalu yang tiba-tiba muncul beberapa pekan terakhir ini. Seseorang yang dulu pernah sangat berharga. Terpecik kerinduan yang mendalam apalagi melihat album foto miliknya yang masih menyimpan foto diriku. Jelek sih, tapi ya ini mendebarkan jantung, dan tiba-tiba hanyut pada masa lalu yang indah dulu. Oh tidak. Dia terlalu dan tak pantas untuk kukenal saat ini. Lagi, dirinya hanya perlu kuingat dan kumaafkan. Itu update status yang sempat kau tanyakan Sayang, itu tentang dirinya. Tapi tak kukatakan padamu, takut kau terluka hanya karna seseorang yang tak perlu lagi dikenang.

Suara yang tiap hari kudengar, ya suara dirimu telah melupakanku pada satu lagi masa lalu. Satu short message tiba-tiba muncul di ponselku, saat kau menelpon hari ini. Dia yang kuanggap tidak ada, hanya karena komunikasi yang tak intens lagi. Dia tak kupedulikan lagi, sejak kau hadir. Kembali, dengan sebuah pesan singkatan namaku 'YH', dua huruf yang selalu dia jadikan simbol kepemilikannya terhadap diriku. tapi tak kupedulikan, aku terhanyut dengan kisah kita, kisah yang kita rajut tiap hari melalui suara. Kuakui ini hal yang tidak adil untuknya. Dia pernah menjadi malaikat untukku Sayang, Dia juga pernah sepertimu Sayang, selalu ada setiap saat. Dia selalu jadi orang baik untukku, dia adalah kisah yang pernah ada untukku. tapi tenang sayang, kau masih ingat kalimat yang pernah kuucapkan. "Yang lalu itu akan menjadi masa lalu, dan yang sekarang adalah langkah masa depanku"... Harapanku adalah kau menjadi teman abadi masa depanku kelak... Insya Allah

Bogor 18 November 2013


Tidak ada komentar:

Posting Komentar